CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 25 Mei 2009

KURIKULUM SEKOLAH

http://www.stbellarminus-jkt.net/sma/kurikulum%20sekolah.htm

KURIKULUM SEKOLAH
Oleh: Y. Yudha Nugraha

Pendahuluan

Banyak definisi kurikulum yang satu dengan yang lain saling berbeda dikarenakan dasar filsafat yang dianut oleh para penulis berbeda-beda. Walaupun demikian ada kesamaan satu fungsi, yatiu bahwa kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum yang terdiri atas berbagai komponen yang satu dengan yang lain saling terkait adalah merupakan satu sistem, ini berarti bahwa setiap komponen yang saling terkait tersebut hanya mempunyai satu tujuan, yaitu tujuan pendidikan yang juga menjadi tujuan kurikulum.

Pada dasarnya kurikulum berisikan tujuan, metode, media evaluasi bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar. Kurikulum yang disusun di pusat berisikan beberapa mata pelajaran pokok dengan harapan agar peserta didik di seluruh Indonesia mempunyai standar kecakapan yang sama. Kurikulum 2004 disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), sedangkan evaluasi proses belajar untuk mengerti mutu kelulusan seluruh Indonesia, pemerintah pusat mengadakan Ujian Nasional (UN) yang dulu disebut UAN (ujian akhir nasional).

Apa itu Kurikulum?

Kata “kurikukum” bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa latin yang kata dasarnya adalah “currere”, yang secara harafiah berarti lapangan perlombaan lari. Lapangan tersebut ada garis start dan batas finish. Dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan belajar sudah ditentukan secara pasti, dari mana mulai diajarkan dan kapan diakhiri, dan bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai kelulusan.

Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan, menentukan proses pelaksanaan dan hasil pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut, tetapi kalau landasan pendidikan, khususnya kurikulum yang lemah, yang akan “ambruk” adalah manusianya.

Fungsi Kurikulum

Kata fungsi berasal dari bahasa Inggris function yang mempunyai banyak arti, di antaranya berarti jabatan, kedudukan, kegiatan dan sebagainya. Yang terkait dalam kurikulum sekolah secara langsung ialah; guru, kepala sekolah, para penulis buku ajar dan masyarakat. Berikut ini akan dipaparkan seberapa jauh keterlibatan mereka dalam melaksanakan kurikulum.

1. Fungsi Kurikulum Bagi Para Penulis

Para penulis buku ajar mestnya mempelajari terlebih dahulu kurikulum yang berlaku pada waktu itu. Untuk membuat berbagai pokok bahasan maupun sub pokok bahasan, hendaknya penulis buku ajar membuat analisis instruksional terlebih dahulu. Kemudian menyusun Program Pelajaran untuk mata pelajaran tertentu, baru berbagai sumber bahan yang relevan. Sumber bahan tersebut dapat berupa bahan cetak (buku, makalah, majalah, jurnal, koran, hasil penelitian dan sebagainya, yang diambil dari para nara sumber, pengalaman penulis sendiri atau dari lingkungan. Perlu diingat bahwa tidak semua bahan dari berbagai sumber tersebut dapat ditulis sebagai bahan pelajaran. Yang perlu mendapat pertimbangan ialah kriteria-kriteria sebagai berikut:

a. Bahan hendaknya bersifat pedagogis, artinya bahan hendaknya berisikan hal-hal yang normatif.

b. Bahan hendaknya bersifat psikologis, artinya bahan yang ditulis memperhatikan kejiwaan peserta didik yang mempergunakannya. Bahan disesuaikan dengan perhatian, minat, kebutuhan dan perkembangan jiwa anak.

c. Bahan hendaknya disusun secara didatis, artinya bahan yang tertulis tersebut dapat diorganisir sedemikian rupa sehingga mudah untuk diajarkan.

d. Bahan hendaknya bersifat sosiologis, artinya bahan jangan sampai kontroversial dengan keadaan masyarakat sekitar.

e. Bahan hendaknya bersifat yuridis, artinya bahan yang disusun jangan sampai bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kriteria penulisan bahan tentu saja menyesuaikan dengan kelas-kelas yang bersangkutan. Bahan untuk sekolah dasar kriterianya akan lebih ketat dari bahan untuk sekolah menengah.

2. Fungsi Kurikulum Bagi Guru

Bagi guru baru sebelum mengajar pertama-tama yang perlu dipertanyakan adalah kurikulumnya. Setelah kurikulum didapat pertanyaan berikutnya adalah Kompetensi Dasar. Setelah Kompetensi Dasar ditemukan, barulah guru mencari berbagai sumber bahan yang relevan untuk membuat silabus pengajaran. Sesuai dengan fungsinya bahwa kurikulum adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka guru mestinya mencermati tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh lembaga pendidikan di mana ia bekerja.

Sebagai contoh fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Sisdiknas 2003, pasal 3).

3. Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah

Bagi Kepala Sekolah yang baru, yang dipelajari pertama kali adalah tujuan lembaga yang akan dipimpinnya. Kemudian mencari dan mempelajari sungguh-sungguh kurikulum yang berlaku sekarang, terutama pada buku petunjuk pelaksanaan. Selanjutnya tugas kepala sekolah melaksanakan supervisi kurikulum. Yang dimaksud supervisi adalah semua usaha yang dilakukan supervisor dalam bentuk pemberian bantuan, bimbingan, pengarahan motivasi, nasihat dan pengarahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yang pada gilirannya meningkatkan hasil belajar siswa.

Sebetulnya yang menjadi sasaran supervisi dalam pelaksanaan kurikulum bagi kepala sekolah adalah bagaimana guru melaksanakan kurikulum yang berlaku, di antaranya adalah:

a. Bagaimana guru menyusun satuan pelajaran atau dalam KBK disebut dengan silabus? (memilih bahan, metode dan media).

b. Bagaimana guru menyusun program semester berdasarkan kurikulum?

c. Bagaimana guru melaksanakan proses pembelajaran?

d. Bagaiman guru melaksanakan evaluasi hasil belajar?

Supervisi dapat dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan sebagainya. Dengan demikian akan ditemukan berbagai kelemahan guru dalam melaksanakan kurikulum, kemudian diadakan pembinaan seperlunya, baik yang berupa pembinaan bidang studi maupun bidang administrasi kurikulum dengan harapan proses pembelajaran maupun produknya akan lebih memusat.

4. Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat

Kurikulum adalah alat produsen dari sekolah, sedang masyarakat adalah konsumennya. Sudah barang tentu antara produsen dan konsumen harus sinkron. Kurikulum sekolah output-nya harus dapat link and match dengan kebutuhan masyarakat. Bagaimana fungsi kurikulum sekolah dengan harapan masyarakat?

Berikut ini berbagai jenis kurikulum sekolah hubungannya degan harapan masyarakat yakni:

a. Pendidikan umum kurikulumnya mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan.

b. Pendidikan kejuruan, kurikulumnya mempersiapkan peserta didik dapat bekerja dalam bidang tertentu di masyarakat.

c. Pendidikan luar biasa kurikulumnya disediakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan untuk disiapkan agar dapat menyesuaikan dalam kehidupan masyarakat.

d. Pendidikan kedinasan kurikulumnya disiapkan oleh suatu Departemen Pemerintah atau Lembaga Pemerintah Non Departemen dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan di masyarakat nantinya.

e. Pendidikan keagamaan kurikulumnya menyiapkan penguasaan pengetahuan khusus pendidikan agama yang bersangkutan dengan harapan lulusannya dapat menjadi pembina agama yang baik di masyarakat.

f. Pendidikan akademik kurikulumnya menyiapkan penguasaan ilmu pengetahuan agar lulusannya dapat menjadi pioner-pioner pembangunan atas dasar konsep yang tangguh.

g. Pendidikan profesional kurikulumnya menyiapkan penerapan tertentu dengan harapan lulusannya dapat bekerja secara profesional di masyarakat.

Penutup: Pelaksana Kurikulum-Guru

Dalam praksisnya guru mempunyai peranan vital sebagai pelaksana kurikulum di lingkunagan sekolah. Maka, guru diharapakan mampu sebagai:

a. Manajer, tugasnya yaitu:

- Sebagai organisatoris, guru dapat membuaat program yang direncanakan, mengatur berbagai kegiatan antar peserta didik, mengatur bagaimana bahan disajikan, mengatur berbagai tugas pada peserta didik

- Sebagai motivator, guru hendaknya mampu memberi semangat belajat dan bekerja pada peserta didiknya.

- Sebagai koordinator, guru mampu mengatur agar tugas yang diberikan tidak tumpang tindih atau overlap antar kelompok.

- Sebagai conductor, guru mampu memberi pimpinan yang tegas sehingga tidak membingungkan bagi yang melaksanakannya.

b. Administrator, tugasnya yaitu:

- Sebagai dokumentator, guru mencatat segala kegiatan yang dilaksanakan, menyimpan secara sistematis semua file yang diperlukan.

c. Supervisor, tugasnya yaitu:

- Sebagai conselor, guru dapat memberi bimbingan dan arahan yang positif.

- Sebagai korektor, guru dapat menunjukkan tugas yang baik untuk dilaksanakan dan mana tugas yang harus dihindari.

- Sebagai evaluator, guru dapat menilai baik buruk dari segi proses mapun segi produk.

d. Instruktor, yang tugasnya yaitu:

- sebagai fasilitator, guru tidak menjadikan diri nomor satu di muka kelas, dapat menimbulkan situasi yang kondusif sehingga peserta didik dapat aktif dan inisiatif sendiri.

- sebagai moderator, guru hanya sebagai perantara dalam hal untuk memusatkan sesuatu yang akan diambil oleh peserta didik.

- sebagai komunikator, guru hendaknya mampu mengadakan hubungan yang harmonis baik dengan pihak-pihak di dalam sekolah maupun pihak di luar sekolah dan hal-hal berhubungan dengan tugas pembelajaran mampu tugas lain y ang relevan.

e. Inovator, tugasnya yaitu:

- sebagai dinamisator, sekolah hendaknya sebagai laboratorium hidup bagi masyarakat sekitar. Artinya penemuan-penemuan baru yang dipimpin oleh guru hendaknya dapat disebarluaskan di luar lingkungan sekolah.

Maka sudah layak dan sepantasnya, para guru mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang lebih konkret karena di pundak merekalah kurikulum dapat berjalan dengan baik. Kita ingat akan ajaran Sang Guru Kasih yang bersabda “Seorang pekerja patut mendapat upahnya”. Melalui pemerintah ataupun lembaga di mana guru itu bekerja, upah itu mereka dapatkan. Dengan demikian profesionalitas guru dapat diandalkan sehingga mutu pendidikan kita semakin lama semakin meningkat dan dapat menghasilkan buah-buah (lulusan) yang baik. Semoga!

0 komentar: